TANTANGAN ITU BERNAMA PERUBAHAN

mediakita-luar

mediakita

Empat belas tahun lalu, kami menempati sebuah rumah mungil di kawasan Bintaro. Hanya dengan sebuah rumah bertipe 45 m2. Hanya dengan 2 orang karyawan. Hanya dengan bekal komputer bekas, tanpa meja, tanpa kursi. Kami melawan apa itu yang namanya lelah, apa itu yang namanya putus asa, dan kami melawan semua yang akan membuat kami tunduk dan meringkuk.

Mulanya, hanya bermodal semangat menggebu dari para founder di kelompok penerbit ini untuk mewujudkan apa yang kami impikan. Tentu tak mudah kami melewatinya. Kini, 14 tahun berlalu. Kami telah menjelma menjadi sebuah kelompok penerbit yang diperhitungkan di dunia perbukuan di Indonesia. Dari 2 karyawan menjadi ribuan karyawan. Dari 45 meter persegi menjadi beribu-ribu meter persegi. Dari hanya satu penerbit, menjadi puluhan penerbit. Meskipun demikian, kami tidak boleh terus menoleh ke belakang. Kadang romantisme memang manis untuk dikenang. Tapi kami sadar tantangan di depan tidak boleh disepelekan.

Kini, sudah banyak perubahan pada peta perbukuan di Tanah Air. Tantangan terjal memang menghadang kami para pegiat di dunia perbukuan. Bukan saja kompetisi yang semakin tinggi, bukan saja terjadinya perubahan perilaku dan selera konsumen, tetapi juga perubahan pada sistem dan infrastruktur dalam memasarkan buku. Lihatlah bagaimana pola baca generasi sekarang yang lebih akrab dengan dunia online. Lihatlah, bagaimana mudahnya kita sekarang mengakses informasi lewat internet. Lihatlah, bagaimana gadget dalam genggaman bisa menjadi sebuah media informasi sekaligus hiburan. Lihatlah, bagaimana media sosial mengobrak-abrik tatanan teori pemasaran yang ada. Itulah realitas yang kami hadapi sekarang. Meskipun demikian, kami tak akan mengutuk kegelapan. Kami memilih untuk menyalakan api untuk mencari pintu keluar. Bagi kami, itu semua bukan ancaman, melainkan tantangan yang harus dihadapi. Bisnis di perbukuan bukan semata-mata bisnis buku secara fisik. Bisnis di dunia perbukuan adalah bisnis konten, informasi, dan kreativitas. Selama api kreativitas tetap menyala dalam diri kami dan kami selalu peka membaca kebutuhan konsumen, bisnis ini akan tetap berjalan. Mengutip sebuah kata bijak dari sang petinju legendaris Muhammad Ali, “Tiadanya keyakinan lah yang akan membuat orang takut menghadapi tantangan, dan saya percaya pada diri saya sendiri”.

Setahun lalu, lahir kelompok-kelompok baru di bawah Kelompok besar AgroMedia. Salah satunya MediaKita Group. Munculnya kelompok ini antara lain untuk menghadapi tantangan dan menyikapi persoalan yang berkembang di lapangan. Persoalan yang akan selalu muncul dan rentan perubahan dalam sebuah bisnis perbukuan. Saat ini, MediaKita Group terdiri atas 6 penerbit, yaitu mediakita, AnakKita, TransMedia Pustaka, Demedia, Indonesia Tera, dan Gradien Mediatama. Sebagai sebuah kelompok penerbit yang relatif baru, kami tentunya punya mimpi yang besar. Kami punya semangat untuk terus membawa kelompok ini menjadi yang terbaik dan terdepan. Kami berharap, apa yang sudah dilakukan oleh para founder di Kelompok AgroMedia ketika membangun bisnis ini menular pada kami. Kami memimpikan MediaKita Group terus berkembang, dari enam menjadi belasan, puluhan, bahkan melebihi dari sang induk, Kelompok AgroMedia. Kami mendambakan untuk bisa menjadi kelompok penerbit besar yang mampu menjawab setiap perubahan dan tantangan.

Kami, tak ingin berhenti…karena kami ingin #terusmenjadi.

Selamat ulang tahun ke-14 Kelompok AgroMedia.
Salam hangat dari kami, MediaKita Group!

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*