Potensi Berbagai Bidang yang Bisa Disasar Calon Penulis

Hampir rata-rata calon penulis yang kami temui dalam berbagai kesempatan dan forum diskusi penulisan semuanya ingin menulis cerita (fiksi). Untungnya di setiap kesempatan tersebut mereka tetap kami minta untuk menceritakan latar belakang akademik, skill (keterampilan), hobi, dan berbagai hal yang mereka kuasai. 

Dari latar belakang yang telah kami catat detail inilah, akhirnya bisa kami ketahui bidang yang sebenarnya bisa dikembangkan dari mereka selain menulis cerita. Untungnya, kebanyakan dari mereka memang doyan sekali bercerita sehingga kami menjadi lebih mudah dalam memetakan potensinya. Mungkin ini pula yang menjadi representasi budaya terbesar masyarakat kita yakni terbiasa dengan“budaya lisan”, bukan “budaya tulis”.

Begitu informasi peluang potensi mereka kami buka satu per satu, mereka pun banyak yang terkejut. Sebab peluang yang ada kebanyakan bukan berangkat dari keinginan mereka yang rata-rata ingin menulis cerita, namun justru kami gali dari berbagai latar belakang diri mereka. Peluang potensi ini tentunya kami dasarkan pada peta bidang garapan di pasar (pembaca) buku secara nasional dan yang sesuai dengan fokus bidang garapan di penerbit kami. Mereka pun baru tersadar, bahwa ternyata begitu banyak bidang kategori dengan sub kategorinya yang sebenarnya bisa mereka sasar dalam konteks dunia penulisan buku nasional. Paling tidak, terdapat 25 bidang kategori dan 108 sub kategori yang bisa disasar calon penulis ini.

Begitu kami buka lagi informasi regulasi pertumbuhan buku baru di toko buku nasional yang tidak kurang dari 2000 judul per bulan atau sekitar 24.000 judul per-tahun, banyaknya penerbit buku di Indonesia yang berjumlah sekitar 1200 penerbit yang bisa mereka jajaki, pertumbuhan penulis lokal (baru) dari berbagai daerah di Indonesia (bukan hanya dari kota besar), serta contoh beberapa penulis yang benar-benar berprofesi sebagai penulis ( dan beberapa diantaranya masuk dalam kalangan selebritis), antusias mereka untuk menulis buku menjadi semakin besar. Memang, angka pertumbuhan itu masih cukup jauh di bandingkan negara-negara lain di Asia dan Eropa. Namun biarpun begitu, hal tersebut tetap harus diapresiasi positif karena terus meningkat dalam setiap tahunnya.

Seringkali memang ketika orang ingin menulis (buku) pasti berangkat pada apa yang ingin mereka lakukan, (contohnya menulis cerita di atas). Dan ini kami pikir ini tetap bisa menjadi modal dasar. Namun, dari sini kebanyakan mereka (calon penulis) belum menggali lebih jauh, apakah apa yang ingin mereka lakukan itu benar-benar dibutuhkan oleh pembaca yang menjadi penikmat karyanya kelak ? Pertimbangan lainnya adalah, mereka belum banyak menyadari bahwa bidang yang mereka sasar apakah sudah benar-benar sesuai dengan fokus bidang garapan penerbit yang mereka jajaki.
Penerbit pada dasarnya menjadi representasi awal atas pembaca yang ingin disasarnya, bukan hanya sekedar menerbitkan buku ke pasar begitu saja. Tiap penerbit pada dasarnya juga mempunyai fokus bidang garapan yang berbeda satu sama lain dengan berbagai karakteristiknya serta kompetensi yang dimilikinya. Penerbit pada dasarnya juga merupakan sebuah industri (kreatif) berbasis informasi yang mendasarkan atas buku yang diterbitkannya harus tetap bisa diserap pasar pembaca, sehingga investasi yang telah dilakukannya dapat menghasilkan in put dan out put yang maksimal bagi semua stockholder, termasuk bagi penulis dan pembaca.

Atas dasar tersebut, maka atas buku yang diterbitkan penerbit tidak lepas dari serangkaian analisa yang detail atas kebutuhan pasar pembacanya yang dirumuskan dalam konsep buku, strategi promosi, dan berbagai hal yang melingkupinya. Dan kebutuhan pasar pembaca haruslah dipertemukan dengan orang (penulis dan calon penulis) yang memang kompeten dan fokus di bidangnya secara tepat. Kompetensi bukan hanya diukur dari latar belakang akademiknya saja, namun juga skill (keterampilan), hobi dan bidang lainnya yang memang fokus digelutinya secara serius. Di sinilah sejatinya peran penerbit buku itu berada, menjadi mediator informasi antara penulis dan pembacanya. Sehingga diperlukan sinergi dan kerjasama antara penulis dan penerbit dalam memenuhi kebutuhan pembaca secara tepat dan cermat.

Oleh karena itu, menyadari potensi atas berbagai bidang yang dikuasainya bagi seorang penulis maupun calon penulis menjadi sangat penting. Sebab jika potensi itu telah terbuka, itu akan menjadi modal dasar yang besar ke depannya. Ketika kemudian karyanya telah terpublikasi (dalam bentuk buku) oleh penerbit dalam sekala nasional, maka sebenarnya mereka telah membuat investasi identitas baru bagi pembaca dalam lingkup yang luas. Dan jika mereka kemudian secara fokus dan konsisten terus melakukan pengembangan dan terobosan secara kreatif dalam karya-karya selanjutnya yang bisa memberikan manfaat kepada para pembaca, maka bisa dipastikan identitas itu akan melekat semakin kuat dalam dirinya. Jika itu sudah terjadi, maka selama karyanya masih diterbitkan dan dinikmati pembaca, dengan sendirinya mereka akan memetik buah investasi tersebut dalam bentuk apapun (royalti, publisitas, nama besar, jenjang karier, finansial, dan lain sebagainya) dan sampai kapanpun.

Ingat, menulis bukanlah bakat. Ini hanya persoalan kemauan untuk latihan, latihan dan latihan. Maka, tiada kata lain bagi siapa saja yang ingin menekuni dunia penulisan ini selain membaca, membaca dan membacalah. Setelah itu menulis, menulis dan menulislah!

Salam Kreatif untuk semua!

…………………………………………
Tabel 25 bidang kategori dan sub kategorinya dalam peta pasar buku nasional yang bisa disasar calon penulis sesuai dengan kompetensinya.
1. Children Book (bayi, buku remaja, anak TK & ra-TK),
2. Fiksi & Literature (roman, ilmiah & fantasi, novel seri-komik, history, agama),
3. Agama (Islam, Kristen, Katholik, Budha),
4. Buku Sekolah (SD,SMP,SMA),
5. Refference (kamus, bahasa, bahasa asing untuk studi, atlas & map, toefl, consumer guides),
6. Social Science (biografi, history, sosiologi, politik),
7. Self Improvement (inspirasi, personal growt, psikologi self),
8. Business & Economy (bisnis, manajemen, akunting, marketing & public relation, investasi),
9. Computer & Internet ( grafik & desain, aplikasi & software, programing, jaringan, hardware),
10. Cooking (masakan, minuman),
11. Diet & Healt (kecantikan, kesehatan, diet & nutrisi),
12. Entertainment (musik, humor, permainan & games),
13. Psikologi (applied psikology, para psikologi),
14. Art-Arsitecture & Photography (arsitek, seni, photografi),
15. Law (konstitusional, others, bussines comercial & financial),
16. Farenting & Family (kehamilan, keluarga, infants & toddler),
17. Education & Teaching (education, education guidence & conseling, teaching & teacher training),
18. Home & Garden (craft & hobbies, house & home, gardening & lanscaping),
19. Agriculture (pertanian, perikanan, hortikultura, husbandry),
20. Medical (nursing, clinic medicine, medicine, healt-related profession),
21. Science & Nature (matematika, biologi, chemistry, ecology & environment),
22. Engineering (sipil & strukture engineering, mekanical engineering, elektrical),
23. Philosophy (major branches philosophy, asian philosophy),
24. Magazine-Tabloid-Jurnal (others, children, science),
25. Sport & Advanture (out door, games, self deffence, indoor).

 

Tri Prasetyo
Redaksi Indonesia Tera

(*) Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Suara Pendidikan rubrik Ruang Buku Edisi Pebruari 2014 dengan judul “Menggali Potensi Calon Penulis”

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*