HARRY AVELING

Dilahirkan di Sydney, Australia, tahun 1942.  Ia meraih gelar doctor of Philosophy of Malay Studies, dari National University of Singapore, dan Doctor of Creative Arts, in Writing, dari University of Technology, Sydney.  Ia kini menjadi pengajar di Department of Asian Studies di La Trove University, melbourne, Australia, dan juga Asisten Profesor Southeast Asian Literature di Ohio University.

Ia telah banyak menerjemahkan karya-karya sastra Indonesia dan Melayu.  Atas kontribusinya dalam memperkenalkan karya sastra Melayu (dan Indonesia) di dunia internasional ini, ia memperoleh penghargaan “Anugerah Pengembangan Sastera” di Kuala Lumpur pada thun 1991.  Karya-karyanya antara lain:  Rendra: Ballads and Blues sajak-sajak karya W.S. Rendra (bersama Burton Raffel dan Derwent May, 1974), Moths (1974), A Heap of Ashes (1975), The Pilgrim karya Iwan Simatupang (1975).  Contemporary Indonesia Poetry (1975), Ajuna in Meditation: Three Young Indonesian Poets (1976), The Fugitive karya Pramoedya Ananta Toer (1976), From Surabaya to Armageddon: Indonesian Short Strories (1976), Abracadabra karya Danarto (1978), Drought karya Iwan Simatupang (1978), Sri Sumarah and Other Stories karya Umar Kayam (1981), dan lain-lain.

Buku terbarunya antara lain: Shahnon Ahmad: Islam Gender and Power (UKM Press, Malaysia, 2000), Sahaj Prakash:  The Brightness of Simplicity (abersma Sudha Joshi, Motilal Banarsidass, Delhi, 2001), antologi bilingual Secrets Need Words:  Indonesian Poetry 1966-1998 (Ohio University Press, Athens Ohio, 2001), dan editor dan penerjemah buku Kill the Radio:  Sebuah Radio, Kumatikan karya Dorothea Rosa Herliany (Indonesia Tera, Magelang, 2001) dan Santa Rosa (2005).

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*