COK SAWITRI

Lahir di Karangasem, Bali, 1 September 1968. Selain menulis puisi juga aktif berteater.  Puisi-puisinya dibukukan dalam berbagai kumpulan puisi bersama, seperti The Ginseng (1992), Negeri Bayang-Bayang (1996), Kumpulan Buku Seniman Tua Bali Kab. Gianyar (1996), Buku Seniman Tua Bali PKB (1997), Majalah Kalam-Edisi Puisi (1999), Bali Behind The Seen (1999), Cerpennya juga masuk dalam buku Mata Yang Indah (2001), dan Sepi pun Menari di Tepi Hari (2004). Ia juga menjadi kontributor tulisan dalam buku Bali Living in Two Worlds (2002), Bali Rediscovered (2004). Karya lain berupa puisi, cerpen, artikel, features & wawancara termuat di Bali Post, Bali Echo, Nusa Tenggara, Latitudes, Jurnal Kalam, KOMPAS, Gatra, Jurnal Perempuan, The Jakarta Post, Bali Rebound, dll.

Naskah teaternya: Pentas Laki-laki Serumah (1989), Pentas AUM (1994), Meditasi Rahim (1991), Puisi Pembelaan Dirah dan Ni Garu (1996), Permainan Gelap Terang (1997), Sekuel Pembelaan Dirah (1997), Pentas Ruwatan Ritus Seni Rupa Nyoman Erawan (1998), Hanya Angin, Hanya Waktu (1998), Ramdan Wana (1998), Bicara Sunya, Puisi Gelap Terang (bersama Restu Imansari, 1998), Nyrya (1998), dan terbaru, Pembelaan Dirah.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*