WAWAN KONDO

Lahir 11 September 1984 di tangan seorang dukun beranak. Wawan menurut sudut pandangnya sendiri: Melihat parasku yang begitu menawan tanpa berpikir panjang bapak ibuku menamaiku Wawan (wajahnya menawan), atau lengkapnya Wawan Dwi Santosa. Karena lahir dengan kalung usus aku bertekad menaklukkan Daerah Usus Ibukota kelak. Agar keinginan itu cepat tercapai aku ingin cepat tumbuh besar. Untuk itu setiap pagi tak lupa kumakan hidangan spesialku, jadah karena jadah adalah binatang yang amat besar.

Sampai saat ini aku masih bingung dari mana aku mendapatkan darah seni ini? Yah, kuyakini saja bahwa darah itu berasal dari Darah Istimewa Jogjakarta. Sejak kecil aku sudah begini (Benar-benar gila seni). Terbukti aku selalu ngeces jika melihat orang tampil di panggung. Keinginan itu akhirnya terwujud ketika aku disuruh untuk pentas di SD ku. Bersama kedua temanku (Bram&Danto) aku mengocok (hus) perut teman dan guru-ku. Berbekal kaset Junaidi kuramu materi lawakanku sendiri.

Romantika masa kecil menyeretku ingin menggeluti seni pertunjukan lebih jauh lagi. Dan proses itu kumulai sejak SMA lewat ekstrakurikuler Teater 10. Perjalanan bersama Teater 10 akhirnya membawaku terjerumus dalam seni komedi. Karena ternyata di situ aku bertemu dengan orang-orang gila (Gundhi, Devid Cina, Helmy, Fresky). Berbekal juara 3 Lomba Fragmen Humor se DIY di Teater SEMERO tahun 2001 aku nekad membentuk grup yang kami beri nama Komunitas Ndagel pada Maret tahun 2002 dengan personil (Wawan Hitam Menawan, Gundhi Pemikat Hati David Tahan Jepit, dan Bayu Jaminan Mutu).

Setahun kemudian grup ini ganti personil dan berganti nama menjadi KONDOM (Komunitas Ndagel Dot Com) David TJ digantikan Ibenk rajin Mengaji dan tidak suka berlama-lama di kamar mandi (kedawan Benk), dan Mya Sehat 4 Sempurna. Sedangkan Bayu bertindak sebagai managerr kami, sebelum akhirnya posisi itu dikudeta oleh Mya. Dan jadilah Mya menjadi Mamagerr kami. Sampai tahun 2005 KONDOM mengabdikan dirinya untuk turut serta meramaikan dunia hiburan di Jogya. Mulai dari event kampus, sekolah, hingga event-event besar sperti FKY, launching 2 produk, bahkan KONDOM juga melebar ke kota kota lain di sekitar DIY. Hingga 2005 Audisi Pelawak TPI memaksa KONDOM mengubah namanya menjadi KONDO dengan personil Wawan, Gundhi, Ibenk dan Dodot.

Pengalama di dunia komedi semakin mantab setelah banyak bergabung denga komunitas pelawak yang lebih senior. Dedikasi dan rasa cinta yang besar terhadap seni komedi sekali lagi aku wujudkan dengan membentuk sebuah laboratorium seni yang diberi nama La giente’s. selain itu rasa keingintahuhanku menyeret untuk lebih mendalami seni komedi, sampai-sampai 22 tahun kemudian gelar SIP (Sarjana Ilmu Pohtik) kuperoleh di Jurusan Ilmu Komuniasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Jogjakarta, dengan mengusung humor atau komedi sebagi topik bahasannya. Dan semua itu berkat. Dosen pembimbing yang sangat baik hati, mas Budi Irwanto. Selama 5 tahun di dunia pertunjukan telah banyak naskah teater maupun komedi. Berikut beberapa karya yang pernah aku buat :”Arles, Tragedi Gombal Wewe, Cordel, Pasung, Telat, Sangkan Paraning Dumadi, Kumawula, Tumbal Swara, KongGerres Tawa, Mr. Humoria, dll” hadirnya buku ini semoga memancing buku-buku selanjutnya.
Amien.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*