Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak

menumbuhkan-minat-baca-pada-anak2

Oleh : Dian Kristiani

Apakah Anda pernah membelikan sebuah buku untuk anak, tetapi kemudian buku itu tergeletak begitu saja, tanpa disentuh?

Apakah Anda pernah menawarkan membeli sebuah buku, namun  ditolak oleh anak?

Apakah Anda ingin sekali agar anak Anda memiliki kebiasaan membaca?

Sebenarnya, tidak ada anak yang tidak suka membaca. Jika tidak percaya, coba lakukan percobaan berikut ini.

Panggil beberapa anak, lalu berikan beberapa buku yang sesuai dengan masing-masing usianya. Lihatlah apayang terjadi.

Mereka akan betah duduk berjam-jam membaca buku-buku itu. Mungkin akan terdengar rengekan ingin membaca buku yang sedang dibaca temannya, atau mungkin keluar tawa anak saat membaca buku yang dipegangnya, atau bisa jadi tidak ada reaksi sama sekali karena anak menjadi sangat serius dengan buku bacaannya. Menakjubkan, ya? Itu adalah tanda anak-anak menikmati waktu membaca mereka.

Kemudian, mari lakukan percobaan dengan diri kita sendiri, dengan diri Anda.

Apakah Anda sendiri suka membaca?

Anak adalah peniru ulung, lho. Dia akan meniru perilaku dari orang-orang disekitarnya, seperti orangtuanya. Jika orangtua terlihat asyik dengan gadget kesayangannya, atau lebih senang menonton acara-acara hiburan di televisi, maka besar kemungkinan anak akan mengikuti kebiasaan itu. 

Sebenarnya tidaklah sulit menumbuhkan minat baca anak. Anda tidak harus memberikan bacaan yang berat-berat kepada anak. Yang terpenting adalah memilihkan buku yang sesuai dengan penerimaan usianya. Setelah itu, jika minat baca sudah tumbuh, maka anak akan dengan sendirinya mencari buku-buku yang diminatinya.

Bagaimana jika anak belum bisa membaca? Bagaimana cara menumbuhkan minat bacanya?

Bacakanlah cerita untuknya!  Kegiatan membaca bersama itu dikatakan bisa meningkatkan hubungan batin antara orangtua dan anak. Peluk atau pangkulah anak, dan bacakan buku cerita bergambar yang dia inginkan. Mungkin anak hanya akan tertarik dengan warna-warni buku dan bukan pada isi ceritanya. Tidak masalah. Kegiatan itu akan menjadi dasar ketertarikannya pada sebuah buku dan membaca.

Biarkan anak berimajinasi dengan cerita, biarkan pikiran anak berkembang, biarkan dia membayangkan ceritanya dari gambar yang dilihatnya. Bila perlu, pancing anak agar mengeluarkan imajinasinya. Siapa tahu, kelak dia akan menjadi pengarang cilik yang hebat!

Janganlah menolak jika anak meminta dibacakan buku, meskipun jika dia sudah bisa membaca sendiri. Mungkin dia hanya ingin menghabiskan waktu bersama Anda.

Luangkan waktu Anda meski hanya lima menit. Anda bisa membacakan bagian awal ceritanya saja. Lalu biarkan anak melanjutkan membaca, dan Anda jadi pendengar.

Berikan anak bermacam-macam buku yang menarik. Bukan melulu buku pelajaran yang terasa membosankan. Saat ini, sudah banyak buku untuk anak yang bagus baik dari segi isi maupun gambar.

Harga buku mahal? Lebih baik uangnya untuk membeli yang lain?

Ada jalan yang lain agar anak bisa tetap membaca dengan biaya yang murah. Ajaklah anak berpetualang ke toko-toko buku bekas yang bagus. Meskipun buku bekas, namun rata-rata kondisinya masih bagus dan layak dibaca. Anda bisa mendapatkan buku-buku bagus dengan harga murah tidak hanya untuk anak, tetapi juga untuk diri Anda sendiri.

Cara yang lainnya, pergilah ke perpustakaan. Kenalkan anak dengan tempat yang bernama perpustakaan dan biarkan dia menjelajahi rak demi rak mencari buku yang dia ingin baca. Tentu saja, Anda akan ada di sana untuk mengawasi buku-buku yang dipilihnya.  

Ajaklah anak menghargai dan menyayangi buku. Tentunya bukan berarti menyimpannya di balik lemari kaca yang terkunci dan tidak seorang pun boleh menyentuhnya. Ajarkan anak cara merawat buku yang baik. Jadikan buku sebagai salah satu benda berharganya, seperti mainan yang dibelikan saat dia berulang tahun. Jika sudah tumbuh perasaan sayang kepada buku, maka anak akan lebih menghargai buku dan bisa lebih selektif dalam memilih buku yang akan menjadi koleksi berharganya.  

Bagaimana jika anak masih tidak suka membaca? Jangan khawatir. Anda teruslah membaca. Ingat, anak adalah peniru ulung. Lama-kelamaan anak akan penasaran apa yang membuat orangtuanya tampak asyik dengan buku yang dipegangnya. Tentunya saat anak mulai tertarik, Anda jangan sampai lupa mengajaknya untuk membaca bersama.   

Semoga akhirnya Anda berhasil menumbuhkan minat membaca pada anak!

 

(**)Penulis produktif yang fokus pada buku-buku anak. Telah menerbitkan 49 judul buku di berbagai penerbit, salah satunya bukunya “12 Dongeng dan Fabel Populer Dunia” (Penerbit Anak Kita – Penerbit dalam Kelompok Agromedia Grup yang juga satu payung dengan Penerbit Indonesia Tera yang fokus pada buku-buku anak).

(*) Tulisan ini pernah dimuat pada Rubrik Ruang Buku majalah Suara Pendidikan Jombang Edisi XXIII/TH. II/ JULI 2014

 

Tips memilih buku bacaan untuk anak.

  • Jika memilih buku bergambar (picture book), pastikan kesesuaian antara ilustrasi dengan isi ceritanya. Anak akan merasa bingung jika cerita menyebutkan putri bergaun biru, tetapi ilustrasinya menunjukkan putri bergaun merah.
  • Perhatikan teksnya. Sebaiknya kalimat-kalimat dalam buku singkat dan sederhana agar anak mudah mengikuti dan bisa mengingat isi ceritanya.
  • Perhatikan kesukaan dan kebiasaan sehari-hari anak. Jika anak tertarik dengan binatang, Anda bisa memilihkan buku dongeng dengan tokoh binatang kesayangannya. Jika anak baru saja menonton acara tentang planet di TV, Anda bisa memancing rasa ingin tahunya dengan memberikan buku tentang planet.
  • Jika memungkinkan, pilihlah buku yang kertasnya cukup tebal dan kuat. Anak-anak, khususnya yang masih balita, biasanya mudah penasaran. Dia bisa tidak sengaja merobek buku saking serunya membaca. 
  • Coba ambil lagi buku-buku dari masa kecil Anda. Bisa jadi, buku-buku itu akan sama menariknya untuk anak Anda. Banyak buku-buku yang kisahnya abadi dan melintasi ruang serta waktu.
  • Biarkan anak memilih sendiri buku sesuai dengan minatnya. Ada anak yang menyukai binatang, ada yang menyukai kereta api, dan lain sebagainya. Biarkan anak memilih mau membaca apa, tetapi tentu saja Anda harus memeriksa dulu isi bukunya.
  • Anda juga bisa mempertimbangkan buku-buku yang pernah meraih penghargaan, meskipun tetap saja pilihan dikembalikan lagi kepada selera anak.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*