Menentukan Target Menulis

Oleh : Tri Prasetyo (TP) *

Banyak orang yang awalnya tidak pernah berpikir untuk menekuni dunia menulis namun pada akhirnya karena suatu keadaan “memaksa” dirinya harus bisa menulis. Misalnya karena tuntutan tugas dan pekerjaan, peningkatan jenjang karir, ekonomi, dan lain sebagainya. Beberapa diantaranya berhasil langsung melewati fase tersebut dengan target yang ditetapkan. Namun beberapa lainnya harus berjuang keras untuk menyelesaikannya dengan berbagai kendala. Tapi banyak juga yang akhirmya malah benar-benar bisa jadi penulis profesional, lho!

Jika melihat konteks tersebut, saya semakin percaya bahwa menulis adalah proses dan bukan semata-mata bakat. Untuk bisa menulis sebenarnya kita bisa menerapkan rumus sederhana yang pernah saya dapatkan dari workshop menulis, yakni 3B + 3L. Apa itu 3B? yaitu baca, baca, dan baca. Sedangkan 3L yaitu latihan, latihan, dan latihan.

Nah, dalam edisi kali ini saya akan berbagi pengalaman bagaimana membangun motivasi menulis dengan menentukan target menulis yang pernah dilakukan.

Belajar Mengukur Kemampuan Menulis Kita Dalam Satuan Terkecil.

Ukuran pada prinsipnya menjadi cukup penting untuk menentukan target hasil yang ingin kita raih. Dari ukuran inilah kita akan bisa menentukan step by step dalam prosesnya dan banyak hal lainnya secara lebih rasional dan terukur.

Adapun cara sederhana yang pernah saya lakukan adalah sebagai berikut:

Kita bisa mulai dari mengukur kemampuan membaca, sebab untuk bisa menulis paling tidak kita harus banyak membaca. Caranya? Catat proses membaca yang dilakukan dalam ukuran jam/jamnya. Misalnya pada 1 jam pertama, berapa halaman (hlm) yang berhasil dibaca? 1 jam kedua dan seterusnya sampai buku tersebut selesai dibaca. Dari situ buatlah rekapan sederhana berapa rata-rata kemampuan baca yang ada. Ketika ketemu angka rata-rata baca 50 hlm/jam misalnya, maka saat harus membaca buku setebal 400 hlm secara otomatis kita sudah bisa menentukan target maksimal buku tersebut harus selesai dibaca yakni 8 jam.

Selain membaca, hal itu juga bisa dilakukan pada proses menulis, menulis, mengedit, koreksi, serta hal-hal yang terkait dalam proses penggarapan sebuah tulisan. Sehingga di setiap proses tersebut kita sudah bisa mendapatkan standar ukuran menurut potret pribadi kita.

Melatih Mengurai Target Hasil Dalam Pendekatan Satuan

Ketika ditarget membuat sebuah tulisan dengan tema “X” sebanyak 150 halaman dengan target waktu yang sudah ditetapkan adalah 2 bulan dengan 5 buku menjadi referensinya (@300 hlm), apa yang seharusnya kita lakukan?

Dengan berangkat dari hasil ukuran di atas, maka langkah yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Pertama identifikasi proses yang akan dijalani untuk menyelesaikan target tersebut. Apa saja? yakni harus baca 5 buku, buat kerangka naskah berdasarkan urutan babnya, lakukan proses menulis 150 hlm, editing & finishing.
  • Kedua mengurai target waktu yang ada ke dalam satuan yang lebih kecil. Target waktu yang ditentukan adalah 2 bulan. Jika diturunkan ke hari maka 2 bulan = 60 hari / 1440 jam.
  • Ketiga menurunkan target membaca sebanyak 5 buku @300 hlm. Jika rata-rata kemampuan baca di atas adalah 50 hlm./ jam, maka 1 buku akan bisa selesai dibaca dalam waktu 6 jam. Jika 5 buku maka memerlukan waktu 30 jam. Jika kemudian dengan berbagai jadwal yang ada diputuskan untuk menyisihkan waktu 3 jam / hari untuk membaca, maka proses membaca 5 buku tersebut bisa selesai maksimal dalam waktu 10 hari. Artinya waktu yang tersisa untuk menulis sebanyak 50 hari (60 hari dikurangi 10 hari untuk membaca).
  • Keempat menurunkan target menulis sebanyak 150 hlm. Jika misalnya kemampuan rata-rata menulisnya adalah 3 hlm./ jam, maka untuk menyelesaikan 150 hlm dibutuhkan waktu 50 jam. Jika setiap hari meluangkan waktu 3 jam untuk menulis seperti halnya pada proses membaca di atas, maka waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tulisan 150 hlm adalah 16,66 hari atau 17 hari. Artinya untuk membaca dan menulis hanya diperlukan waktu 27 hari atau kurang dari setengah atas target waktu yang ditentukan sebanyak 2 bulan. Waktu yang tersedia untuk proses editing sebanyak 33 hari (50 hari dikurangi 17 hari menulis).
  • Kelima proses editing dan finishing. Hal ini juga langsung bisa dilakukan sebagaimana proses membaca dan menulis di atas. Artinya setelah semua ide dan gagasan tertuang ke dalam tulisan sesuai panduan kerangka naskah yang sudah dibuat, maka diamkan beberapa waktu. Setelah merasa siap, barulah proses editing dan finishing bisa dilakukan.

Menulis Harus Jadi Skala Prioritas Dalam Jadwal Anda

Jika melihat proses di atas, sesuatu yang pada awalnya terlihat sulit, ketika diuraikan dengan dasar ukuran kemampuan rata-rata yang kita miliki ternyata bisa menjadi lebih simpel, terukur, dan sangat bisa dijangkau.

Nah, hal yang menjadi penting dalam proses ini adalah kita harus bisa menempatan target di atas menjadi salah satu “skala prioritas” dalam segala aktivitas yang harus dijalani setiap hari (urusan pekerjaan, rumah tangga, sosial, hobby, dan lain sebagainya). Dengan skala prioritas tersebut, maka otomatis harus bisa memasukkan jadwal menyelesaikan tulisan tersebut ke dalam jadwal yang sudah ada.

Disiplin Menjadi Kata Kunci

Semua latihan untuk menentukan standar ukuran, membuat rencana, dan menjalani target yang sudah kita turunkan tersebut tidak akan berarti tanpa adanya disiplin dalam diri kita. Sebab kunci keberhasilan dalam proses menulis tersebut bukan ditentukan oleh siapa-siapa kecuali diri kita. Untuk memperkuat semangat yang ada tinggal lihat kembali motivasi dasar dalam proses menulis tersebut.

Memang, ini butuh sesuatu yang dipertaruhkan di awal. Baik keinginan, kesenangan, dan banyak hal lainnya yang ada dalam diri kita. Namun, bukankah hidup ini akan menjadi menarik ketika kita berani mempertaruhkan sesuatu? Termasuk ketika ingin menjadi penulis atau mencapai sesuatu yang kita cita-citakan dengan jalan harus menulis?

Salam Kreatif!

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*