Kekuatan Isi Buku & Kekuatannya di Pasar Buku *

IMG-20140605-05509c

Oleh : Tri Prasetyo (TP) **

Sebuah buku dianggap “bagus” oleh beberapa orang, tetapi tidak bisa diserap oleh pembaca secara maksimal. Sementara buku lainnya dianggap “kurang bagus”, tetapi sangat laku dan selalu cetak ulang berkali-kali. Inilah salah satu persoalan menarik dalam dunia perbukuan.

Persoalan kekuatan isi buku dengan persoalan kekuatannya di pasar buku memang menjadi hal yang menarik dan sering diperbincangkan dalam setiap diskusi buku yang melibatkan penerbit, penulis, dan pembaca. Memang, bicara buku bagus tentu tidaklah lepas dari kekuatan isi buku. Namun bicara buku laku tentu tidaklah lepas dari kekuatan pasar pembaca yang menjadi targetnya. Hal ini sebenarnya memiliki ranah yang agak berbeda. Untuk itu,  dalam edisi ke-4 ini, kami akan sedikit mengupas tentang kekuatan isi buku & kekuatannya di pasar buku.

Kekuatan Isi Buku

Kekuatan isi sebuah buku sangat ditentukan oleh kompetensi si penulis dalam mentransformasikan gagasan, ide, dan pemikirannya sesuai dengan bidang yang dikuasainya. Kompetensi ini tentu tidaklah lepas dari skill, pengalaman atau jam terbang, pendidikan, dan kemauan si penulis untuk terus menggali kebutuhan pembaca secara cerdas dan menggali berbagai informasi sebagai bahan komparasinya. Dan ini hanya ditentukan dari seberapa besar setiap penulis mau untuk menfokuskan diri dan mau bersinggungan dengan pasar pembaca riil secara lebih serius.

Kekuatan pendukung lain dalam konteks isi buku ini juga ditentukan oleh kompetensi si editor (penerbit) yang menggawangi buku tersebut sebelum sampai tangan pembaca. Hal ini menjadi penting untuk mengarahkan dan mempertajam isi buku tersebut sesuai dengan kebutuhan pasar pembaca yang dijadikan targetnya, sehingga komptensi editor juga harus sesuai dengan bidang yang digarapnya.

Dalam konteks kekuatan isi buku ini, kami lebih seringnya menyebutnya buku sebagai karya intelektual.    

Kekuatan Buku di Pasar Buku

Bicara buku laku, maka tidak lepas dari konteks pasar buku.  Sebab tolak ukur buku dianggap laku adalah ukuran eksemplar serapan buku tersebut di pasar (pembaca) dalam kurun waktu tertentu. Adapun beberapa hal yang sangat berperan di dalamnya antara lain kekuatan konsep buku, jaringan distribusi, display di toko buku, promosi, serta kekuatan jaringan penulis. Adapun penjabaran singkatnya adalah sebagai berikut:

  • Kekuatan Konsep Buku

Sebuah buku yang lahir dari sebuah penerbit pastilah didasarkan pada sebuah konsep. Konsep buku ini tentunya sudah memperhitungkan aspek profil costumer behavior-nya yang meliputi aspek demografi, geografi, ekonomi, psikologi dan karakteristik pembacanya yang disasarnya.

Selain itu konsep buku tidak lepas dari aspek kemasan sebuah buku, baik dari sisi cover, layout, gaya bahasa, dan lain sebagainya.

Konsep buku yang didasarkan pada profil costumer behavior dan kemasannya ini menjadi salah satu faktor yang sangat dipertimbangkan penerbit. Sehingga setiap buku yang terbit pasti sudah didasarkan pada sebuah konsep yang matang dan analisa yang tajam atas kebutuhan pembaca dan menempatkan buku tersebut di tengah buku-buku yang sudah ada di pasar.

  • Kekuatan Jaringan Distribusi dan Pemasaran

Sebuah buku bisa sampai ke tangan pembaca secara nasional tidak serta merta bisa terjadi tanpa adanya proses distribusi. Dalam hal ini, biasanya penerbit bekerjasama dengan distributor buku. Distributor inilah yang kemudian menjalankan peran distribusi dan pemasaraannya ke semua jaringan yang ada, baik toko buku dan non toko buku. Merekalah yang langsung menjalin kerja sama dengan pihak-pihak tersebut. Yang perlu diketahui, distributor ini juga memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Baik dari sisi pola kerja sama, luasnya jangkauan distribusi, kekuatan dalam penetrasi pasar, dan lain sebagainya. Sehingga penentuan kerja sama dengan distributor ini juga menjadi hal yang sangat dipertimbangankan penerbit dan perlu diketahui penulis.

  • Kekuatan Display di Toko Buku

Buku yang konsepnya bagus namun tidak tertata dengan baik di toko buku juga seringkali tidak bisa sampai ke tangan pembaca secara optimal. Sehingga, faktor kekuatan distributor dalam proses display buku-buku penerbit di setiap toko buku yang ada juga mengambil pernan yang penting.  Terlebih lagi, saluran yang paling efektif untuk buku-buku penerbit dalam sekup nasional saat ini adalah toko buku.

  • Kekuatan Promosi

Promosi sebuah buku juga menjadi salah satu faktor yang menentukan dalam pasar buku. Dalam hal ini, promosi tidaklah selalu identik dengan biaya mahal. Namun lebih pada bagaimana si penerbit dengan mitra distributor dan toko buku ini bisa saling bersinergi untuk mengoptimalkan kekuatannya masing-masing demi  mendukung buku yang ada agar bisa lebih dikenal oleh publik secara luas. Sosial media, media massa, media elektronik dan lain sebagainya menjadi salah satu alat yang paling sering digunakan dalam konteks promosi buku di samping promosi yang bersifat langsung.

Dalam promosi, kekuatan jaringan penulis juga mengambil peran yang tidak kalah penting. Sinergi kekuatan penerbit, distributor dan toko buku dengan jaringan penulis ini juga menjadi strategi yang bisa dioptimalkan. Apakah ini berarti penulis bisa maju ke penerbit dengan hanya menggandalkan banyaknya follower yang ada ? atau sebaliknya penulis yang miskin follower dan jaringan kemudian merasa minder dan tidak diperhitungkan penerbit? Tidak. Tolak ukur utama tetap pada kekuatan naskah buku yang sesuai dengan kompetensi penulis dan memang dibutuhkan pembaca yang menjadi target penerbit.

Jika melihat kekuatan isi buku dan kekuatannya di pasar (pembaca) buku di atas, maka beberapa hal yang harus dicermati penulis adalah sebagai berikut:

  1. Penulis haruslah kompeten dan fokus pada bidangnya. Sebab dari situlah yang menentukan ketajaman ilmu dan pengetahuan yang ia miliki di bidang tersebut untuk kemudian disesuaikan dengan kebutuhan pembacanya. Selain itu ia harus mampu mengkomunikasikannya dengan baik dan kreatif dalam berbagai hal. Sebab kekuatan kreativitas inilah yang sejatinya menjadi penentu kebertahanannya di tangan pasar (pembaca) buku.
  2. Sebuah buku yang lahir di pasar pembaca adalah hasil kerja sama sebuah team work yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Sehingga penulis pun harus cerdas dalam menentukan patner penerbit yang ingin dijajakinya dengan kekuatan jaringan distribusi dan pemasarannya. Sebab, jika sudah masuk ke ranah pasar buku nasional, maka faktor-faktor di atas sangat mempengaruhinya.  

Dari gambaran di atas, yang menjadi penentu akhir sebuah buku dikatakan bagus ataupun laku adalah pasar pembaca. Dan buku yang baik adalah buku yang benar-benar bisa menemukan pembacanya secara tepat dan luas, serta bisa memenuhi kebutuhan  informasi pembacanya secara akurat.

Salam Kreatif !

—-
(*) Tulisan ini pernah dimuat di rubrik Ruang Buku Majalah Suara Pendidikan Jombang Edisi ke-4 yang edar Juni 2014 dengan judul “Kekuatan Isi dan Pasar Buku”
(**) Penulis adalah Redaksi Penerbit Indonesia Tera (www.indonesiatera.com), pecinta buku dan pelaku industri perbukuan sejak tahun 2000 hingga sekarang. Pernah menekuni bidang marketing, promosi, event organizer dll yang semuanya berbasis buku.

 

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*