Buku Ditulis Sesuai dengan Kompetensi & Diterbitkan sesuai Kebutuhan Pembaca

Malang-8

 

“Ketika Anda menulis sesuai dengan kompetensi dan orientasinya untuk diterbitkan, maka hal yang pertama harus disadari adalah untuk siapa dan untuk apa tulisan tersebut diterbitkan. Jika memang orientasinya untuk diri sendiri, maka jangan pernah juga menyalahkan jika kebetulan tulisannya tidak  bisa diserap pasar.”

Demikian paparan yang disampaikan Tri Prasetyo dari Penerbit Indonesia Tera menanggapi pertanyaan dari beberapa peserta dalam acara “Ngobrolin Buku & Buka-Bukaan Peluang Penulisan bersama Penerbit Indonesia Tera” yang berlangsung pada hari Minggu, 3 Nopember 2013, pukul 09.00-13.00 WIB.

Lebih lanjut, TP—sapaan akrab Tri Prasetyo—mengatakan, “namun, jika memang orientasinya untuk pasar pembaca secara luas, maka setiap tulisan yang dihasilkan harus senantiasa merujuk ke kebutuhan pembaca yang hendak disasar. Sebab, biar bagaimanapun, buku adalah media informasi untuk memenuhi kebutuhan pembacanya. Maka dari itu, penerbit senantiasa memposisikan buku yang diterbitkan dalam 2 konteks, yakni sebagai karya intelektual yang harus tetap didasarkan pada kompetensi si penulis dan kompetensi editor yang mengolah naskah tersebut, dan buku sebagai produk industri,  di mana buku yang diterbitkan harus bisa diserap sesuai dengan kebutuhan pasar  pembaca secara luas dalam skala nasional. Pada proses ini, penerbit kemudian akan membuat serangkaian analisa, tes pasar sesuai segmen yang disasar, membuat konsep buku, strategi distribusi, promosi, dan lain sebagainya, sehingga buku yang diterbitkan benar-benar bisa sesuai dengan  kebutuhan pembacanya. Disinilah pentingnya sinergi dan kerjasama antara penulis dan penerbit.”

Acara yang berlangsung di Malang, Jawa Timur ini diikuti lebih dari 30 peserta dari berbagai latarbelakang. Yang cukup menarik, acara yang berjalan antusias ini dihadiri para penggiat komunitas penulisan antara lain Malang Menulis, Booklicious, Ae Publishing, Mozaik Indie Publisher,  dan beberapa  penulis lepas dari Malang, Mojokerto dan Jombang.

Malang-10Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan pula peluang berbagai katagori tema di pasar buku yang bisa disasar oleh para penulis sesuai dengan kompetensinya, khususnya katagori non fiksi yang sesuai dengan bidang garapan Penerbit Indonesia Tera, peta pasar buku terkini, pola kerjasama dengan penerbit, serta beberapa tips dan motivasi untuk para penulis agar bisa berkancah di penerbitan dalam skala nasional.  

“Menarik, penjelasan yang diberikan sangat detail dan jelas sekali membuat kami para peserta tak mau beranjak sedikitpun dari tempat duduk. Sayang kalo ilmu dan informasi bagi kami para penulis ini terlewatkan,” ungkap Ikhwan Hariyanto, salah seorang penulis Malang yang turut partisipasi di acara ini.

Selain acara pokok diskusi buku dengan mengadirkan Penerbit Indonesia Tera yang diprakarsai Mozaik indie Publisher, dalam kesempatan tersebut dilaunchingkan pula 2 buku baru dari penerbit Indie Malang, yakni buku “Love” dan “Siapa Bilang Menerbitkan Buku Sendiri itu Susah” dari Aepublishing yang dikemas dalam “Opera Cinta Dalam Dunia Literasi”. (TP)

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

edisi spesial tera