Lahir dari keluarga guru di Kepanjen, Malang, 9 Oktober 1941. Bekerja sebagai Guru Besar Jurusan Pendidikan Bahsa dan Seni, STKIP Singaraja. Baginya, menulis adalah anugerah namun harus dijalankan bagaikan amanat. Mula mula memang mengira bahwa dia mampu “mencipta” karya sastra, namun makin lama disadarinya bahwa dirinya hanya mampu mengikuti bisikan “Sang Cerita" yang tak bisa dibantah. Menulis puisi, cerpen, novelet, novel, ratusan esei, dan kolom. Pernah menjadi kolomnis tetap Harian Suara Karya (1988), Bali Post (1989 1990). Suara Pembaruan (1990 1994), dan menulis kolom tak tetap pada Majalah Sarinah, Majalah Bursa Konsumen, Editor, dan Harian Republika. Enam kaii memenangkan lomba menulis novelet/novel majalah Sarinah, Femina, dan Kartini antara tahun 1983-¬1989. Memenangkan lima nomor lomba menulis cerpen (Suara Merdeka dan Gedung Joang), menang lomba menulis artikel Senimania Republika, dan mendapat piagam penulis esei sastra terbaik dari Menpora sebagai Panitia Bulan Bahasa 1992. Bukunya yang telah terbit Scarf Merah Hati (Rosda, 1986), Hunus (Balai Pustaka 1991), Siti Nurjanah (BP 1993), Maut di Pantai Lovina (Gramedia, 1993), Di Sudut Hyde Park (BP, 1994), Dadong Sandat (BP 1994, cetak ulang 2000), Ompong (Grafikatarna, 1995). Novelnya yang akan terbit Bumi Hangus (Pustaka Jaya) dan Rangda (IndonesiaTera, 2001), Peter Hilang (Balai Pustaka 2001) Menerjemahkan sejumlah buku antara lain "Rumahku di Sorga" karya Ryunosuke Akutagawa ( Balai Pustaka, 1969) dan "Surat Wasiat Rabindranath Tagore " (Upada Sastra, 1998). Menyunting beberapa kumpulan puisi antara lain Matabunga karangan Yudhi Ms (2000). Puisinya dimuat dalam berbagai antologi puisi antara lain dalam On the Verandah terbitan Cambridge University Press, 1995. Masih ada lima novelnya yang sudah disiarkan namun belum terbit sebagai buku, dan setumpuk cerpen serta kolom yang terbengkalai belum dipilih untuk dibukukan. |