![]() View Full-Size Image |
MENARI DI ANTARA SAWAH DAN KOTA |
|
|
Price per Unit (piece):
Rp23 000.00
|
||
Penulis: Ambiguitas Diri, Petani-Petani Terakhir di Yogyakarta, Imam Setyobudi Nasib petani bisa diumpamakan sebagaimana penerimaan kita akan realitas bahwa bumi mengitari matahari atau berjalanannya waktu dari siang menjadi malam. Suatu wacana yang diabaikan bukan karena penting atau tidak pentingnya tetapi lebih karena dipandang tidak ada lagi yang bisa dilakukan untuk mengubah wacana tersebut. Padahal, sebagaimana perubahan paradigma dari bumi sebagai pusat dan matahari mengitari bumi ke paradigma baru bumi mengitari matahari, bisa jadi masih banyak wacana yang bisa diangkat dari kehidupan petani. Boleh jadi sebelum semuanya menjadi terlambat, yakni ketika petani punah digerus zaman. Buku ini adalah satu tawaran baru wacana petani di era urbanisasi dan modernisasi sekarang ini. Dengan sudut pandang antropologis yang menempatkan petani dalam konteksnya sebagai manusia, bukan sebagai sekumpulan massa tetapi sebagai individu yang memiliki komunikasi dengan ruang hidupnya. Hipotesisnya adalah bagaimana sebuah ruang tempat petani menjalin interaksi sosial ditafsirkan, diproduksi, dan direproduksi kembali. |
||
|
|
||
Recently Viewed Products
- MEMOAR PULAU BURU (Category: Buku Lama)
- MEMBACA SASTRA: PENGANTAR MEMAHAMI SASTRA UNTUK PERGURUAN TINGGI (Category: Buku Lama)
- MEMBACA KATROLOGI BUMI MANUSIA PRAMOEDYA ANANTA TOER (Category: Buku Lama)
- MEMBACA, DAN MEMBACA LAGI (Category: Buku Lama)
- MATA JENDELA (Category: Buku Lama)













